Rabu, 26 Oktober 2011

Kisah Akhirku

Malam itu, 23 Oktober 2011, kamu benar-benar menginginkanku pergi. Aku mencoba rela. Karena melihat kondisimu, aku kasihan. ini perih bagiku, tapi aku siapa? Hanya manusia biasa dengan sejuta kekurangan. Aku bahkan tak memiliki hatimu. Dan aku tahu kau menolakku secara perlahan. Mungkin takut terus terang? Itu hakmu. Aku senang bisa mengisi harimu. Kini asaku runtuh. Bayangan senyummu bagai berkelebat bersama angin musim panas. Biarkan. Mungkin ini akan susah di awal, tapi aku yakin tak ada cerita yang berakhir pedih. Tak terkecuali kisahku. Aku paham keadanmu. Dan mungkin, kehadiranku mempersulit ruang gerakmu. Aku tak ubahnya jembalang pengganggu di kebunmu. Kini izinkanku berterima kasih padamu. Kamu membuat kisah cintaku berwarna tuk yang pertama kalinya. Aku tak pernah merasakan cinta seperti ini. Kau cinta pertama bagiku. Dan itu membekas. Kini ku ingin pergi, seperti apa maumu. Ku tetap akan mengenangmu sebagai kenangan terindah. Selamat malam, Shella Tiara Putri.

No response to “Kisah Akhirku”

Leave a Reply

Ada kesalahan di dalam gadget ini