Jumat, 17 Februari 2012

February Called Love

Aku mengartikan Februari sebagai bulan penuh kasih sayang. Bukan karena di dalam Februari ada hari Valentine. Bukan juga karena banyak temanku yang ulang tahun di Februari. Aku hanya menganggapnya sebagai bulan spesial, dimana secangkir penuh kasih sayang telah tercurahkan kepadaku belasan tahun yang lalu saat aku sudah bisa merasakan dunia untuk pertama kalinya dengan inderaku. Itu merupakan hal yang sudah digariskan oleh Tuhan padaku. Hingga kini aku beranjak dewasa, aku tahu bahwa Februari sebenarnya tak begitu berarti besar dalam keseharianku jika aku berpikir rasional. 

Tapi aku perasa.

Aku selalu membuat otakku sendiri berpikir bahwa bulan itu spesial. Dan mungkinkah memang benar setiap manusia yang lahir di bulan Februari rata-rata memiliki perasaan yang jauh lebih sensitif? Katakanlah Februari identik dengan Aquarius dan Pisces. Kedua nama bintang yang biasa digunakan dalam ilmu magis macam ramalan dan astrologi itu punya makna yang berkaitan dengan simbol air. Bila diinterpretasikan lebih jauh, air identik dengan ketenangan, dan.... keindahan. And how you couldn't guess all those I've interpreted are all about one thing called love

Cinta itu ketenangan, cinta itu keindahan. And so February is. Tidak begitu salah jika aku menghargai cinta seperti aku menghargai bulan Februari. Penuh ketenangan, seperti saat ini ketika aku berusaha untuk tenang dan mencintai Anda dalam diam dan tenang.

No response to “February Called Love”

Leave a Reply

Ada kesalahan di dalam gadget ini