Minggu, 19 Februari 2012

Teknik Membacakan Puisi

Disclaimer: 
Artikel ini saya ambil dari salah satu dokumen grup di Facebook milik  "Filesky Files", tanpa perubahan sedikit pun. Hak cipta ada pada Filesky Files seutuhnya.

~ooO0o~

Teknik Membacakan Puisi

Hal yang perlu diperhatikan meliputi:

- Interpretasi puisi
  1. Mencari tau latar belakang/ biografi penulis puisi,
  2. Mencari tau latar belakang puisi yang akan dibacakan, seperti melacak peristiwa yang terjadi saat puisi dibuat (tanggal ditulisnya puisi).
  3. Menafsirkan nuansa yang ditawarkan puisi (murung, gembira, heroik, marah, dll).
- Penghayatan yang proporsional

Dalam pembacaan puisi perlu proporsional, itu sebabnya tergantung jenis puisi yang dibawakan. Puisi yang menawarkan nuansa marah misalnya, wajar jika dibacakan dengan gesture (gerak tubuh)  yang atraktif  dibanding puisi dengan nuansa romantis. Gesture yang proporsional itu lahir dari dalam jiwa (soul), ia tak serupa koreografi yang ditata dulu.

- Visualisasi

Visualisasi (gerak tubuh dan ekspresi) yang berlebihan justru dapat mengurangi keindahan puisi, karena kata dalam puisi adalah konotatif, sementara visualisasi menjadikan kata menjadi denotatif/ harfiah. Seni baca puisi memadukan aspek visual dan audio, jika kata sudah cukup kuat dengan aspek audio maka tak perlu over secara visualnya.

Jika sang pembaca puisi di hadapkan pada medan pementasan dengan audience yang riuh (tidak kondusif), misalkan saja di sebuah acara pembacaan puisi 12 jam yang dilaksanakan di mall dengan pembaca puisi yang bergantian. Tentu aspek visual disini menjadi penting peranannya untuk menarik perhatian (fokus) penonton. Jika membaca puisi dengan gestur yang sederhana maka penonton hanya akan melihat sambil berlalu, penonton merasa tidak ada hal unik yang perlu dilihat. solusinya:
  1. Pilih puisi yang memungkinkan untuk melakukan gestur yang atraktif. Tidak tepat  jika dalam kondisi yang demikian anda memilih puisi karya Sapardi Djoko Damono "Kamar" dibawakan dengan gesture yang berlebihan. Contohnya, pilihlah puisi “Sajak Sebatang Lisong” karya W.S. Rendra, puisi ini tepat jika dibawakan dengan ekspresi dan gesture yang atraktif dengan gerak besar yang heroic untuk menarik fokus penonton yang riuh.
  2. Dengan cara melakukan kolaborasi puisi-musik (musikalisasi puisi), atau dengan teatrikal puisi.

No response to “Teknik Membacakan Puisi”

Leave a Reply

Ada kesalahan di dalam gadget ini