Minggu, 24 Juni 2012

Kronologi yang Tertinggal #2

Kali ini mau ngelanjutin post yang sebelumnya...

3). 2 Juni 2012, Wisuda Purna Siswa ke-26 SMAN 1 Taman


Hari yang sudah ditunggu-tunggu tlah tiba. Dulu saat masih jadi pengurus OSIS yang budiman, saya, dan pengurus OSIS lainnya tentu saja, rutin bantuin acara Wisuda buat kakak-kakak kelas yang kelas 12. Dari situ, saya intens liatin bagaimana prosesi acara berlangsung dari awal sampai akhir. Yang jadi ketertarikan saya adalah ketika nama-nama siswa yang diterima di universitas-universitas negeri maupun swasta dibacakan di depan ratusan wali murid yang hadir juga saat itu. Sejak saat itu saya sering berandai, kalau saatnya saya diwisuda nanti, apa nama saya bakal dipanggil seperti itu ya? Nyatanya tidak. 26 Mei silam menggoreskan luka dalam di lubuk hati saya *halah*. Yang jelas lantaran saya tidak lulus seleksi Jalur Undangan dan 'belum' diterima di universitas-universitas negeri maupun swasta, maka nama saya tidak disebut saat Wisuda saya 2 Juni lalu.

Singkat cerita aja, saya nyewa jas sekitar 2-3 hari sebelum acara di salon kenalan ortu, tempat dimana kakak saya yang barusan nikah juga pakai salon itu jadi semacam wardrobe-nya. Then, when the show's day, saya nyantai aja kayak dipantai sebelum berangkat ke venue. Simpel aja sih, cowok apa yang perlu diribetin? Toh yang ngedampingin itu bokap, bukan nyokap. Jadi ga perlu tuh pake ke salon trus luluran, maskeran, yadda-yadda -_____-. Dan bagi saya berpenampilan necis, formal berbalut jas hitam dan celana kain itu sesuatu yang jarang banget saya lakukan. Jadi lebih excited aja sih.

Then, ketika yang ditunggu akhirnya tiba, prosesi wisuda dari sekitar jam 9 hingga 12 itu berjalan lancar. Dibuka dengan sambutan-sambutan, tari-tarian, nyanyian padus, sampai pembacaan nilai dan nama-nama yang diterima di universitas. Hhh, rasanya mencelos gimanaa gitu. Apalagi saat nama Ray dipanggil dan kontan orang-orang terkagum-kagum lantaran jurusan yang didapat Ray ialah jurusan keren. Setidaknya jurusan Aristektur, apalagi di ITS, itu jarang peminat. Bukan karena kualitas buruk, tapi 'tidak banyak orang yang mempunyai kemampuan menjurus ke arah gambar, desain yang berbau teknik.' Itulah mengapa Arsitektur itu keren. Dan Ray mendapatkannya (T___T)

Segmen selanjutnya tiap anak yang diwisuda dipanggil namanya satu-satu untuk menerima ijazah dan rapor yang dimasukkan dalam map dari wali kelas (padahal di dalem map itu, belum ada ijazahnya of course, cuma rapor sama SKL). Setelah semua ke 280-an anak itu dipanggil, usai sudahlah acara wisuda purna siswa ini, dan saya resmi jadi Alumni SMA Negeri 1 Taman. Sebuah titel baru yang saya sandang di bahu saya sambil saya tetap gencar mencari tempat menuntut ilmu yang lebih tinggi. Selamat tinggal SMA :")

4). 12-13 Juni 2012, SNMPTN Jalur Ujian Tulis DIMULAAAAIII!

LOKASI SAYA UJIAN: Universitas 17 Agustus 1945
Belum sampe sejam setelah perut saya melilit dan dada saya nyesek lantaran lihat kalimat "Tidak Lulus Seleksi" di depan layar laptop pas tanggal 26 Mei kemaren, ayah saya langsung ngomong gini: "Ya udah, sekarang langsung daftar SNMPTN Ujian Tulisnya aja"

Sekilas saya gini dalam hati: heeee? Keburu banget? 

Tapi kalau dipikir-pikir ya emang bener sih, lebih cepat lebih baik. Biar ga kepikiran terus dan tinggal belajar aja sampe tanggal 12 tiba. Apalagi ternyata peserta SNMPTN yang daftar tanggal-tanggal terakhir sempat kehabisan kursi di lokasi-lokasi ujian. Untuuuung aja daftar cepet hahaa. Saya sempet nunda daftar sampe besoknya, tanggal 27. Soalnya saya berpikir lagi.... ngambil jurusan apa ya? Kalau ambil Arsitektur ITS lagi dengan kondisi kuota yang sedikit sekali disediakan oleh pihak jurusan, kok rasanya pesimis ya? Jadi saya urung pilih Arsitektur ITS lagi. Toh, lama-kelamaan saya kok jadi makin sreg sama Despro alih-alih Arsitektur. Saya jadi sempet inget sama hasil konsultasi saya dengan humas SSC Lek John dulu, beliau juga sebenarnya lebih prefer saya ambil Despro ketimbang Arsitektur walaupun pilih Arsitektur pun tidak salah. Terus temen sekelas saya yang sudah lumayan kenal dekeeeet gara-gara sering sebangku pas kelas XI dulu, si Alif, juga nyaranin saya ambil Despro. Gatau dia ngeramal dari mana hahaha. Lalu satu lagi, temen saya anak Hang Tuah, yang selalu nyemangatin saya pas lagi 'terpuruk' gara-gara ga lolos undangan, Frida Ayundha, juga optimis banget saya ambil Despro.

Nah lo, ya uda saya akhirnya ngambil 2 jurusan ini:



Dan akhirnya tanggal 12 tiba. Saya dapet lokasi ujian di Untag alias Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, Ruang K-313, Fakultas Teknik. Duduk di deretan 3 dari depan dan 2 dari kanan deket jendela, membuat saya paling tidak---ga begitu gugup. Karena bayangkan aja kalo aku duduk di depan aaarrggh, gugup duluan mungkin. Saya kebetulan sekelas sama Dicca, anak IPA 1. Mata uji pertama itu TPA, saya cuma bisa ngerjain separonya, 38 soal dari 75 soal. Entah bener apa gak. Terus Kemampuan Dasar yang mencakup Matematika Dasar, Bahasa Indonesia, Bahas Inggris... saya cuma bisa masing-masing 5 soal dari 15 soal/mapel. Tapi yang Matdas cuma bisa 4 soal :( Buat hari ke-2-nya yaitu Kemampuan IPA mencakup Matematika IPA, Fisika, Kimia, Biologi. Dan lagi-lagi saya cuman bisa 5 soal per mapel. Padahal per mapel cuma ada 15 soal :( Eh tapi khusus Biologi saya ngerjakan 6 soal. *Sama aja*

Pengumumannya 7 Juli nanti. Sampai sekarang saya masih dagdigdug dan tetep berdoa moga-moga aja ada keajaiban buat saya supaya diterima antara Despro ITS, atau Arsitektur UB. Buat yang baca ini, mohon doanya ya :'| makasih.

------------------------------------------------------------------------------

Nampaknya kronologi-kronologi yang tertinggal sudah saya ulas semua di sini. Buat selanjutnya doain aja saya bisa sering-sering nulis blog disela-sela hectic-nya 'dunia luar SMA' hahaha.



No response to “Kronologi yang Tertinggal #2”

Leave a Reply

Ada kesalahan di dalam gadget ini