Rabu, 25 Juli 2012

Lepas Negeri, Sambut Swasta

Saya dapat tawaran dari temen saya sekelas, Wulan Budi Indraswari, seorang anak dari kedua orang tua yang sama-sama dosen di Universitas Bhayangkara Surabaya aka UBHARA. Apalagi ibunya ialah Kepala BAAK Ubhara.

Wulan : Kamu ga daftar Ubhara ta? Ambil Informatika Kelas Internasional!
Saya     : *hening*
Wulan : Nanti kamu tetep bisa ambil DKV, soalnya ada peminatan DKV di situ.
Saya     : *masih hening*
Wulan : Enak kon! Beasiswa gratis sampe selesai kuliah. Terus bisa ke Thailand.
Saya     : Dual degree ta?
Wulan : Iyo
Saya     : 3 tahun di Ubhara, 1 tahun di Thailand?
Wulan : He'em!

.....perbincangan pun berlangsung terus menerus sampai akhirnya orang tua saya bilang. "Wes kamu daftar situ ae!"

Jleb!


Jadi, ceritanya Universitas Bhayangkara Surabaya yang lokasinya persis di samping Graha Pena itu mulai 27 Oktober 2011 telah resmi memilik Kelas Internasional yang didukung oleh Beasiswa BPKLN dari Dikti. Menurut sumber yang saya baca: 

"19 mahasiswa mendapat beasiswa unggulan dari semester tiga hingga lulus, pada semester tujuh berkewajiban melanjutkan kuliah di Rajamangala University of Technology Tanyaburi Thailand. Sedangkan sebanyak 37 mahasiswa semester satu mendapat beasiswa sejak semester satu hingga lulus, pada tahun ke tiga berangkat kuliah di Thailand. Total Rp. 600 juta rupiah dana BPKLN kemendiknas akan dikucurkan guna membiayai kelas internasional di kampus Ubhara Surabaya."

Berkat iming-iming beasiswa ke Thailand dan gratis biaya kuliah hingga lulus, saya pun akhirnya mendaftar di kampus swasta tersebut. Berangkat dengan setengah hati, namun lama-kelamaan saya menyadari bahwa swasta tidak selalu jelek. Siapa tau saya beneran lolos dapat beasiswa dan 2015/2016 saya berangkat ke LN ikut program dual degree? 

Walaupun begitu adanya, tentu dilaksanakan seleksi buat calon penerima BU dari Dikti tersebut. Ada tes bahasa Inggris macam tes TOEFL singkat, kemudian tes wawancara oleh kepala fakultas masing-masing. Selanjutnya tinggal menunggu Surat Pernyataan dan berkas-berkas pelamar dikirim ke Jakarta dan menunggu hasilnya sekitar setelah Hari Raya Idul Fitri. 

Saya sudah melewati itu semua, namun tanggal 20 Juli 2012 kemarin... saya ternyata lolos UM UNEJ 2012 jurusan Televisi dan Film! Ini yang membuat saya bingung, apa saya harus ngelanjutin Ubhara dan beasiswanya ini, atau justru ambil PTN UNEJ dan melepaskan iming-iming ke LN itu? Bingung, bingung... dan status saya tetaplah tak beranjak dari BBG (Belum Bebas Galau). Sampai akhirnya saya meyakinkan diri untuk melepaskan UNEJ, Universitas Negeri di Jember itu... untuk menitih kesuksesan di PTS Ubhara. Banyak sekali pertimbangan, mulai dari segi biaya, prospek lulusan, bahkan sampai kesiapan untuk hidup mandiri.

Kalau ambil UNEJ jurusan Televisi dan Film, saya bakalan dapet gelar S.Sn yang notabene nampak tidak begitu banyak peluang untuk survive selain di dunia pertelevisian lokal. Sedangkan bila saya ambil Ubhara, gelar ST atau S.Kom menunggu, tiket untuk kuliah di Thailand atau pun Jerman akan mudah didapatkan bila usaha dan berprestasi di masa perkuliahan. 

Jadi alhasil saya mentok pilih Ubhara :") Makasih Wulan. Gbye, Unej. Makasi uda mau nerima saya.





No response to “Lepas Negeri, Sambut Swasta”

Leave a Reply

Ada kesalahan di dalam gadget ini